Saya membeli MacBook Pro (MBP) pertama saya dengan penuh impian di tahun 2017 sekitar bulan Februari. Alasan pembelian karena periode Januari 2016 sampai Desember 2017 saya sedang menempuh kuliah S2 di ITB. Saat itu kebutuhan komputer yang layak guna amat dibutuhkan. Laptop sebelumnya adalah ASUS yang bingkai layarnya sudah pecah karena pernah jatuh, tidak tinggi hanya 40-an cm. Laptop ASUS tersebut sebetulnya ada garansi 3 tahun, tapi kartunya hilang karena kardus diloakin orang tua saat bersih-bersih rumah.

Dan setelah menabung lama menggunakan dana beasiswa, uang itu terkumpul untuk membeli MBP second. Kondisi MBP dalam keadaan baik dan harganya boleh lah. Fast-forward ke tahun 2019 kondisi daya tahan baterai MBP mulai menurun, secara fisik terlihat alas laptop menggembung parah, dan retina display-nya sangat kotor dengan staingate. Saya sudah berusaha mencoba membersihkan layarnya tapi tidak berhasil sampai akhirnya saya melihat video ini beberapa hari yang lalu.

Tidak berpikir panjang saya langsung membeli Listerine, larutan yang dimaksud. Sebetulnya beberapa hari sebelumnya rekan dosen dari UNPAD juga sudah memberitahu bahwa layar retina MBP bisa dibersihkan dari sebuah tutorial di Instagram. Sayangnya video tersebut merahasiakan larutan biru apa yang digunakan. Dan ketahuan deh dari video YouTube di atas, ternyata itu Listerine.

Yah singkat cerita saya langsung bersih-bersih ya. Gunakan kain halus, idealnya microfiber atau gunakan handuk bersih. Kalau saya sih ga punya microfiber adanya yaa kain lap dapur untuk mengeringkan gelas kopi. Nanti jeleknya ada bekas kotor sedikit sih, bisa dibersihkan lagi dengan air.

Microfiber Cloth
Proses membersihkan layar retina MBP dengan Listerine.
Layar retina MBP sudah bersih.

Okay satu masalah terselesaikan, masih ada masalah lain yaitu baterai. Dengan berjalannya waktu durasi guna MBP menurun karena usia penggunaan. Awalnya dulu bisa 8 jam lalu menurun menjadi 5 hingga 4 jam. Selain itu secara fisik bagian bawah MBP mulai menggembung dan malah menjadi tumpuan di meja. Perlahan-lahan juga ujung tepi menyembul keluar lepas dari sekrup-sekrupnya. Saya pikir ini mulai berbahaya, karena kalau bengkaknya diteruskan bisa lepas sekrupnya atau pecah casing pembungkusnya. Berbahaya juga kalau tiba-tiba baterainya pecah, sepertinya cairannya beracun dan mudah terbakar kan ya? Tentu data di MBP banyak yang sangat penting, berapalah biaya ganti baterai dibandingkan dengan data yang tidak ternilai harganya.

Jadi saya beli baterai MacBook Pro untuk body A1502 karena ini Early 2015. Dan barang tersebut sampai juga ke rumah, hasil kiriman sebuah toko online, harganya berkisar pada Rp500.000 - Rp600.000. Sebagai berikut penampakannya.

Fresh baterai dibongkar dari kardus pengiriman
Baterai dibalut dengan bubble warp dan plastik

Lalu mulai deh bongkar MacBook Pro (MBP), tentu saja sebelumnya saya sudah mempersiapkan obeng dengan ujung yang pas untuk produk-produk Apple. Dan benarlah saat satu persatu baut terlepas dari body MBP, penutup bawah langsung terdorong menyembul keluar seakan ada kembung besar yang mendorong dari dalam. Lalu selesailah melepas semua baut. Berikutnya adalah pelan-pelan melepas sekrup yang mengikat speaker kanan dan kiri, lalu melepas sekrup baterai itu sendiri. Oh ya, ada kabel Touchpad yang harus hati-hati dilepas juga. Secara keseluruhan saya mengikuti tutorial dari video di bawah ini.

Bagian paling ribet berikutnya adalah melepas baterai yang tertempel di body aluminiumnya. Siapkan dulu kartu plastik bekas misalnya kartu ATM, kartu belanja, kartu e-Money atau semacamnya. Dari video di atas pasti tahu nanti kartu plastik ini untuk apa. Sel-sel baterai tidak boleh ditarik atau dicongkel paksa, risikonya adalah isi kandungan bisa bocor dan membahayakan diri kamu sendiri. Jadi solusinya ya gunakan kartu tipis plastik tadi. Selesai sudah akhirnya baterai kembung itu berhasil saya copot dari body MBP.

Baterai tua yang sudah kembung dan membahayakan.

Baterai baru telah terpasang, meski hanya menggunakan versi KW semoga awet dan bisa bersabar untuk digunakan beberapa tahun ke depan. Tangkapan layar di bawah ini menunjukkan baterai berhasil terpasang tanpa kendala dan CC (Cycle Count) kembali menjadi 0. Langkah selanjutnya adalah kalibrasi baterai dengan cara:

  1. Hubungkan MBP dengan charger sampai 100%, lalu tunggu 2 jam.
  2. Buka pengaturan Energy Saver sebagaimana gambar di bawah. Jangan centang semua, buat MBP boros dan jangan sleep.
  3. Cabut charger dan jalankan beberapa aplikasi tanpa jangan terlalu berat. Misalnya buka Word, Chrome, PDF, dan lain-lain. Jangan terlalu berat seperti game atau video rendering.
  4. Tunggu baterai MBP sampai habis. Jika dia habis tinggal 2% biasanya otomatis mati sendiri.
  5. MBP sudah mati. Selama 6-12 jam ke depan tombol power seakan ingin menyalakan MBP, tentu MBP akan menunjukkan icon habisnya baterai. Lakukan ini terus menerus agar baterai betul-betul mencapai 0%. Dalam kasus saya tidak bisa ya, saya sampai capek sendiri. Mungkin baterai masih ada 1%.
  6. Setelah 6-12 jam berjarak dari MBP mati, lalu charge sampai penuh. Saat ini kamu sudah melakukan 1 cycle usia baterai untuk kalibrasi. Harusnya angka persen di MBP akan akurat.
Tangkapan layar: Cycle Count baterai kembali 0.